Frequently Asked Questions

  • SUN Powerindo adalah konsultan independen di sisi klien (owner-side). Kami bukan EPC/penjual panel, sehingga rekomendasi kami tidak didorong target jualan produk, melainkan keputusan investasi yang aman regulasi, masuk akal finansial, dan minim risiko implementasi.

  • Anda butuh konsultan saat proyek punya risiko dan keputusan besar, misalnya multi-site, target ROI/ESG ketat, profil beban kompleks, butuh CAPEX vs PPA, atau ingin tender multi-vendor yang fair. Konsultan membantu Anda menghindari “proposal trap” (desain bias vendor, asumsi finansial tidak setara, risiko regulasi tidak dibahas).

  • Anda akan menerima dokumen keputusan yang siap dibawa ke manajemen:

    • Feasibility & energy assessment (profil beban, batasan site)

    • Model finansial (CAPEX vs PPA/Zero CAPEX) + sensitivitas

    • Risk register (regulasi, teknis, operasional, kontrak)

    • Apple-to-apple comparison untuk membandingkan proposal vendor secara setara

    • Rekomendasi kapasitas & strategi implementasi yang realistis

  • Tidak ada jawaban tunggal—tergantung tarif listrik, jam operasi, profil beban, target payback, dan appetite risiko. Kami menghitung CAPEX vs PPA dengan asumsi transparan (degradasi, eskalasi, curtailment/zero export jika relevan) agar Anda dapat memilih skema yang paling aman secara bisnis, bukan sekadar yang terlihat murah di awal.

  • Secara sederhana:

    • CAPEX: Anda beli aset, potensi return lebih tinggi tapi Anda menanggung investasi & sebagian risiko.

    • PPA: Anda beli listrik dari pihak ketiga, biaya awal lebih rendah, cocok untuk konservasi CAPEX.

    • Sewa/Zero CAPEX: variasi skema pihak ketiga, fokus pada kemudahan dan pengeluaran rutin.

      SUN Powerindo membantu Anda memilih skema berdasarkan cashflow, risiko kontrak, dan fleksibilitas bisnis.

  • Kuota dan mekanisme waiting list dapat membuat timeline bergeser. Karena itu kami menyusun strategi registrasi dan rencana implementasi yang realistis (termasuk opsi tahapan kapasitas dan skenario desain) supaya proyek tetap punya jalur eksekusi yang jelas dan tidak “mandek” saat proses berjalan.

  • Zero export berarti sistem PLTS dirancang agar tidak mengekspor daya ke jaringan. Dampaknya: desain perlu kontrol yang tepat, kapasitas bisa dibatasi oleh profil beban, dan ROI bisa berubah karena sebagian potensi produksi mungkin terbatasi. Kami menghitung skenario zero export agar target penghematan tetap realistis dan aman secara compliance.

  • Untuk memulai, biasanya cukup:

    • Tagihan listrik PLN 12 bulan (atau data interval bila ada)

    • Jam operasi & kalender produksi

    • Single line diagram/informasi kelistrikan utama (jika tersedia)

    • Gambar/luasan atap dan batasan operasional (area terlarang, akses)

      Dari data ini kami bisa keluarkan screening awal sebelum masuk studi detail.

  • Kami membuat proses tender yang apple-to-apple: menyamakan asumsi teknis, scope, standar keselamatan, garansi, monitoring, dan model perhitungan kinerja. Hasilnya Anda bisa membandingkan vendor secara adil dan memilih berdasarkan nilai total & risiko, bukan hanya angka murah di proposal.

  • Kami fokus pada titik rawan yang sering bikin proyek gagal menghasilkan: validasi desain, kesesuaian regulasi, kesiapan site, kualitas instalasi, commissioning, metrik performa, dan klausul kontrak/SLA. Tujuannya satu: proyek tidak hanya selesai pasang, tetapi menghasilkan penghematan yang bisa dipertanggungjawabkan.