Strategi Hemat Energi + PLTS Atap untuk Pabrik: Roadmap yang Benar

Banyak pabrik ingin memasang PLTS atap karena 2 alasan: biaya listrik dan target keberlanjutan (ESG). Itu masuk akal. Tapi ada jebakan umum:

Pasang PLTS dulu, baru bicara efisiensi energi.

Ini sering bikin ROI kalah cepat karena PLTS “mengikuti” beban yang masih boros dan tidak stabil. Pendekatan yang lebih cerdas biasanya:

Efisiensi energi dulu → beban turun & rapi → baru sizing PLTS yang presisi.

Kenapa efisiensi energi sebaiknya jalan sebelum PLTS?

  1. kWh termurah adalah yang tidak dipakai

    Setiap kWh yang kamu hemat = tidak perlu dibeli dari PLN, dan juga tidak perlu “ditutup” oleh PLTS.

  2. Efisiensi membuat sizing PLTS lebih tepat

    Kalau beban siang turun karena optimasi kompresor/chiller, desain PLTS bisa lebih presisi (lebih sedikit energi mubazir).

  3. PLTS makin efektif saat profil beban siang kuat

    PLTS produksi terbesar di siang hari. Jadi strategi terbaik biasanya memperkuat konsumsi siang (operasional yang tepat), bukan berharap “ekspor-impor” menyelesaikan semuanya.

Roadmap 4 tahap yang bisa dipakai pabrik (praktis dan terukur)

Tahap 1 — Baseline & target (2–4 minggu)

  • Data tagihan listrik 12 bulan

  • Jam operasi & output produksi

  • Daftar equipment besar (SEU)

  • KPI awal: kWh per unit output + biaya per unit output

Output tahap ini: peta boros & daftar prioritas.

Tahap 2 — Quick wins efisiensi (0–90 hari)

Biasanya fokus ke area yang cepat ROI:

  • compressed air: leak, pressure, scheduling

  • motor/pompa/fan: control & VSD

  • boiler/steam: leak, insulation, steam trap

  • HVAC: setpoint, schedule, balancing, SOP

Output: saving yang bisa dirasakan cepat + baseline makin akurat.

Tahap 3 — Desain PLTS atap yang “match” dengan beban

Baru setelah beban lebih rapi, lakukan:

  • sizing PV berdasarkan beban siang & pola produksi

  • cek constraints atap, layout, dan risiko operasi

  • siapkan dokumen & strategi perizinan (untuk mengurangi delay)

Output: desain PLTS yang “pas”, bukan “besar tapi mubazir”.

Tahap 4 — M&V + pelaporan ESG (berkelanjutan)

  • verifikasi penghematan efisiensi dan produksi PLTS

  • susun reporting internal (KPI, cost saving) dan ESG (emisi dihindari)

  • jadikan roadmap sebagai program tahunan, bukan proyek sekali jalan

Kesalahan yang bikin program energi jadi mahal

  1. Hanya mengejar “kWp” tanpa melihat profil beban siang

  2. Mengabaikan HVAC dan compressed air (padahal sering raksasa listrik)

  3. Tidak punya M&V → saving sulit dipertahankan

  4. Menganggap vendor otomatis “membela kepentingan owner”

Peran Sun Powerindo: satu pintu, tapi tetap independen di sisi owner

Sun Powerindo membantu pabrik menyusun roadmap energi yang bisa dieksekusi:

  • Energy assessment & program efisiensi (quick wins + perbaikan bertahap)

  • Optimasi HVAC/AHU (bukan sekadar tambah unit)

  • Pendampingan strategi PLTS atap (dari kesiapan beban sampai readiness teknis)

  • M&V dan pelaporan untuk KPI internal dan kebutuhan ESG

Mau roadmap energi pabrik yang jelas: saving 90 hari + strategi PLTS yang tepat sizing?

📩 consultant@sunpowerindo.com | 📱 (+62) 811-2801-8188

FAQ

1) Efisiensi energi dulu atau PLTS dulu?

Umumnya efisiensi dulu, supaya beban turun dan sizing PLTS lebih presisi. Hasilnya ROI lebih cepat dan risiko mubazir lebih kecil.

2) Area efisiensi energi apa yang paling cepat ROI di pabrik?

Seringnya compressed air, HVAC, dan motor systems (pompa/fan), tergantung jenis industri.

3) Kenapa PLTS paling cocok untuk pabrik dengan beban siang tinggi?

Karena produksi listrik PLTS terbesar terjadi siang hari; makin besar konsumsi siang, makin tinggi pemanfaatan energi PLTS.

Next
Next

Optimasi HVAC & AHU di Pabrik: Cara Hemat Listrik Tanpa Mengorbankan Kualitas Produksi